Institut Sabilillah Lamongan dinilai dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam memperkuat pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Institut Sabilillah Lamongan, Rabu (9/9), di Gedung Perkuliahan Institut Sabilillah Lamongan.
Bupati mengapresiasi hadirnya perguruan tinggi baru di Lamongan yang dinilai dapat memperkuat ekosistem pendidikan dan berkontribusi terhadap kemajuan daerah. Ia juga mendorong mahasiswa angkatan pertama menjadi bagian dari pengembangan Institut Sabilillah sekaligus memiliki kemampuan berpikir, beradaptasi, mengambil keputusan, dan terus belajar menghadapi perubahan.
Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), telah mengubah berbagai aspek kehidupan dan dunia kerja. Karena itu, mahasiswa perlu mampu memanfaatkan teknologi dan data, sekaligus memperkuat keterampilan serta karakter agar mampu menciptakan nilai tambah di tengah perubahan.
Lamongan, lanjut Bupati, memiliki potensi besar untuk menghadapi perubahan tersebut, antara lain melalui bonus demografi dan kekuatan ekonomi berbasis pertanian, perikanan, kehutanan, dan sektor agro. Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat semakin mengoptimalkan potensi tersebut sekaligus memperluas keterampilan dan pemberdayaan masyarakat.
Bupati juga melihat peluang pengembangan ekonomi syariah yang sejalan dengan bidang keilmuan Institut Sabilillah, tidak hanya pada sektor keuangan, tetapi juga UMKM, pariwisata, fesyen, dan industri halal. Ia mendorong Institut Sabilillah membangun kolaborasi melalui pendekatan pentahelix dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai unsur lainnya.
Sementara itu, Rektor Institut Sabilillah Lamongan Abdul Jamil menyampaikan bahwa perguruan tinggi tersebut memperoleh izin penyelenggaraan dari Kementerian Agama pada 18 Juni 2026. Pada tahun pertama, Institut Sabilillah telah membuka sejumlah program pendidikan dan menerima sekitar 300 mahasiswa. Dengan moto “Religius dan Entrepreneurship”, kampus tersebut berkomitmen mengembangkan pendidikan yang mengintegrasikan kompetensi akademik, nilai keagamaan, integritas, dan kemampuan mahasiswa dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.





