
DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Lamongan membuka Konferensi Cabang masa juang 2026-2028 dengan tema “Sinergi, Kohesi Organisasi, dan Komitmen Kader GMNI dalam Mewujudkan Perjuangan yang Berkesinambungan”. Pembukaan berlangsung di Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lamongan, Sabtu (6/6).
Kegiatan ini dihadiri Masfuk, Bupati Lamongan 1999-2009, Johny Indrianto, Kepala Bakesbangpol Lamongan, perwakilan Polres Lamongan, DPP GMNI, DPD GMNI Jawa Timur, serta kader dan anggota GMNI se-Kabupaten Lamongan.
Ketua Pelaksana GMNI Lamongan, Irgi Alamsyah, menyampaikan bahwa konfercab menjadi pijakan GMNI Lamongan untuk bersatu dan melangkah ke depan. Hal yang sama diamini oleh Ketua DPD GMNI Jawa Timur, Hendra Prayogi, yang menyebut konfercab sebagai momen penting.
“Kita merindukan gerakan yang tumbuh dan hidup. Setelah ini akan ada konsolidasi. Kami berharap ke depan bisa berkolaborasi dengan DPC GMNI Lamongan,” ujar Hendra.
Kepala Bakesbangpol Lamongan, Johny Indrianto menegaskan konfercab bukan sekadar rutinitas. “Ini ruang ideologis, pembangunan karakter, dan menumbuhkan semangat kader GMNI Lamongan. GMNI mempunyai kewajiban membumikan Marhaenisme. Kami berharap GMNI Lamongan melakukan evaluasi menyeluruh, memperkuat kaderisasi, dan meneguhkan garis ideologi perjuangan,” katanya.
Konfercab dibuka secara resmi oleh M. Risyad Fahlevi, perwakilan DPP GMNI, yang mana dalam sambutannya menyatakan bahwa konfercab adalah agenda rutin untuk mengumpulkan gagasan dan mengevaluasi kepengurusan.
“Perjuangan juga memerlukan pengorganisasian yang kuat dan ilmu. Yang terpilih menjadi pemimpin, kader yang belum terpilih harus tetap menjadi bagian bagi organisasi,” tegasnya.
Sesi materi diisi oleh Masfuk yang memberikan motivasi dan wawasan kebangsaan. Ia menekankan peran aktif mahasiswa sebagai pemuda penerus bangsa dan agen perubahan. Ia menambahkan agar kader GMNI Lamongan menjaga integritas, memperluas wawasan, dan tidak berhenti belajar untuk Lamongan dan Indonesia yang lebih baik.
Bakesbangpol Lamongan melakukan monitoring sebagai bagian pembinaan organisasi kepemudaan. Konfercab GMNI dinilai strategis dalam mencetak kader yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan siap menjadi pemimpin masa depan, sehingga penguatan organisasi kemahasiswaan seperti GMNI mendukung terciptanya stabilitas daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya pemuda yang nasionalis dan progresif.
