
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan menyelenggarakan Bimbingan Teknis bagi Kader Partai Politik terkait Evaluasi Daerah Pemilihan Berbasis Aspirasi dan Pra-Simulasi Penataan Daerah Pemilihan pada Senin (22/6/2026) di Aula Hotel Elresas Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Penataan Daerah Pemilihan yang Representatif, Berkeadilan dan Berbasis Aspirasi Masyarakat” ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri atas perwakilan partai politik, unsur masyarakat, organisasi kemasyarakatan, wartawan, organisasi keagamaan, serta civitas akademika dari perguruan tinggi di Kabupaten Lamongan.
Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Bakesbangpol Lamongan Johny Indrianto, Ketua KPU Lamongan Mahrus Ali, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Jawa Timur Choirul Umam, serta akademisi Universitas Trunojoyo Madura Fauzin sebagai narasumber. Turut hadir unsur TNI, Polri, jajaran KPU Lamongan, dan staf Bakesbangpol Lamongan sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung penyelenggaraan pemilu.
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Bakesbangpol Lamongan Erlina Marhaeni menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Bakesbangpol Lamongan di bidang politik dalam negeri. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana penyampaian informasi terkait evaluasi daerah pemilihan dan penataan daerah pemilihan melalui koordinasi bersama KPU dan Bawaslu Lamongan.
Kepala Bakesbangpol Lamongan Johny Indrianto dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemilu memerlukan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya partai politik. “Kunci sukses suatu pemilu bukan hanya capaian oleh partai politik saja, tetapi kolaborasi bersama,” ujarnya saat membuka kegiatan secara resmi.
Pada sesi pemaparan materi, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Provinsi Jawa Timur Choirul Umam menjelaskan pentingnya penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi sebagai bagian dari persiapan pemilu yang memperhatikan perkembangan regulasi, dinamika kependudukan, serta kebutuhan koordinasi antar pemangku kepentingan. Materi tersebut juga mengulas berbagai faktor yang perlu diperhatikan dalam penataan daerah pemilihan, termasuk aspek geografis, infrastruktur, sumber daya manusia, kerawanan sosial, dan pemetaan daftar pemilih.
Sementara itu, akademisi Universitas Trunojoyo Madura Fauzin memaparkan materi mengenai evaluasi daerah pemilihan sebagai upaya membangun kedekatan konstituen dengan wakil rakyat. Dalam paparannya disampaikan bahwa penataan daerah pemilihan memiliki peran penting dalam menjaga keadilan representasi, memastikan kesetaraan nilai suara, serta memperkuat hubungan antara masyarakat dan lembaga perwakilan.
Melalui kegiatan ini, Bakesbangpol Lamongan memberikan ruang diskusi dan pembelajaran bagi kader partai politik serta berbagai unsur masyarakat mengenai mekanisme evaluasi dan penataan daerah pemilihan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman kepemiluan serta mendukung kesiapan penyelenggaraan pemilu melalui proses yang representatif, berkeadilan, dan memperhatikan aspirasi masyarakat.
