Densus 88 Satgaswil Jawa Timur bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lamongan melaksanakan koordinasi lintas sektoral untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan penyebaran paham radikalisme yang menyasar anak-anak, Rabu (2/9), yang berlangsung di Kantor DP3AKB Kabupaten Lamongan.
Kegiatan dihadiri Kepala DP3AKB Kabupaten Lamongan Aini Masidha, Sekretaris DP3AKB Kabupaten Lamongan Dian Sukmana, Kepala UPTD DP3AKB Kabupaten Lamongan Abi Fitriansyah, perwakilan Densus 88 Satgaswil Jawa Timur, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan, serta Arif Budi Setiawan selaku eks narapidana terorisme binaan Densus 88 Satgaswil Jawa Timur.
Dalam pembukaan, Kepala DP3AKB Kabupaten Lamongan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan koordinasi tersebut. Ia menekankan pentingnya masukan dan kolaborasi antarpihak dalam mendukung kondisi yang kondusif serta mendukung tumbuh kembang generasi penerus Lamongan.
Koordinasi tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan pengawasan, penanganan, dan pencegahan penyebaran paham radikalisme yang menyasar anak-anak. Koordinasi serupa juga telah dilakukan bersama sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait di Kabupaten Lamongan, termasuk bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ketenagakerjaan, perdagangan dan koperasi, administrasi kependudukan, dan keagamaan.
Turut dibahas pula fenomena penyebaran paham ekstremisme berbasis kekerasan yang menyasar anak-anak di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Lamongan. Ditekankan bahwa pengawasan dan pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja sehingga membutuhkan koordinasi dan kolaborasi antara pemangku kebijakan, perangkat daerah, serta masyarakat.
Hasil koordinasi antara lain membahas rencana pengajuan nota kesepahaman antara Yayasan Karimun dan DP3AKB Kabupaten Lamongan untuk memperkuat serta merumuskan alur penanganan kasus anak yang terpapar paham radikal. Selain itu, akan dilakukan koordinasi lanjutan dengan bidang yang menangani kekerasan terhadap anak dan perempuan serta pencegahan, termasuk pembahasan formulasi program bersama melalui program unggulan DP3AKB Kabupaten Lamongan, seperti PUSPAGA LA-SMART, SIMPONI KB, dan UPTD PPA.
Koordinasi lintas sektoral tersebut menjadi bagian dari penguatan jejaring antarpemangku kepentingan dalam mendukung deteksi dini, pencegahan, dan penanganan persoalan penyebaran paham radikalisme yang berpotensi menyasar anak-anak.





