Duta Damai Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Jawa Timur bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan sosialisasi dan Sekolah Damai dengan tema “Pelajar Cerdas Cinta Damai: Tolak Intoleransi, Bullying, dan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan” di MAN 2 Lamongan, Jumat (30/10).
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Lamongan, Johny Indrianto, menyampaikan bahwa penguatan wawasan kebangsaan menjadi bekal penting bagi pelajar dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman. Ia juga mengingatkan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar untuk mencegah perundungan, ujaran kebencian, intoleransi, dan penyebaran paham radikal.
Menurutnya, pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui pemahaman, kepedulian, dan pendampingan terhadap peserta didik. Lingkungan sekolah diharapkan menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa, sekaligus ruang untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.
Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur, Ahmad Reza Rafsanjani, menjelaskan bahwa program Sekolah Damai merupakan salah satu upaya membangun kesadaran pelajar untuk menjaga toleransi dan menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan. Ia menekankan bahwa pencegahan penyebaran paham radikal membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Kepala MAN 2 Lamongan, Purnomo, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang diberikan dapat memperluas wawasan peserta didik sekaligus memperkuat kemampuan mereka dalam menyaring pengaruh negatif, termasuk penyebaran paham radikalisme dan terorisme yang menyasar kalangan generasi muda.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi mengenai intoleransi dan ancaman radikalisme, diskusi interaktif, penyerahan cinderamata, serta foto bersama. Melalui kolaborasi ini, diharapkan para pelajar tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter toleran, kritis, dan mampu menjadi pelopor perdamaian di lingkungan masing-masing.





