Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Talk Show Inspiratif bertajuk "Ketinggalan Tren? Siapa Takut? Seni Hidup Tenang dan Bahagia Tanpa FOMO" pada Rabu (22/7). Acara yang berlangsung hangat di Pendopo Lokatantra ini dihadiri oleh 150 orang pelajar dan mahasiswa berusia 13 hingga 22 tahun dari berbagai wilayah di Lamongan. Adapun narasumber adalah dr. Izzatul Fithriyahn dari RSUD Dr. Soetomo dan Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara.
Dalam penyampaiannya, dr. Izza menyoroti tingginya penetrasi internet di Indonesia yang memicu maraknya fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Ia menjelaskan bahwa kecemasan akibat takut ketinggalan tren dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan produktivitas generasi muda. dr. Izza mengimbau para peserta untuk lebih bijak bermedia sosial, salah satunya dengan menerapkan prinsip think before upload serta mengontrol penggunaan gawai sehari-hari.
Menyambung pemaparan tersebut, Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara—atau yang akrab disapa Mas Dirham—mengajak anak muda Lamongan untuk belajar mengendalikan diri dari tekanan sosial media. Menurutnya, kebahagiaan sejati tidak diukur dari seberapa banyak tren yang diikuti atau pengakuan orang lain, melainkan dari kepuasan dan keberanian kita dalam menentukan prioritas hidup. Mas Dirham juga mengingatkan pentingnya fokus pada hal-hal yang berada di bawah kendali diri sendiri (circle of control).
Mengakhiri pemaparannya, Mas Dirham berpesan agar para generasi muda bisa mengubah FOMO menjadi JOMO (Joy of Missing Out) agar dapat menikmati hidup dengan lebih tenang.
"FOMO itu tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa dikelola. Mari kita ubah FOMO menjadi JOMO. Daripada sibuk mengikuti tren, mari fokus pada diri sendiri. Less FOMO, more living, more loving, more happiness," tutur Mas Dirham.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara dari aktifnya diskusi interaktif hingga akhir sesi. Melalui kegiatan ini, Pemkab Lamongan berharap para pelajar dan mahasiswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih bijak, tenang, dan percaya diri di era digital.




