Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan menyelenggarakan Sosialisasi Penanganan Konflik Sosial bertema "Peran Pelajar sebagai Agen Perdamaian dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045" di Aula SMP Negeri 1 Bluluk, Selasa (21/7). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran pelajar dalam mencegah potensi konflik sosial sekaligus memperkuat nilai toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan sejak dini.
Dalam laporannya, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan Sapari menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya menjaga perdamaian, menanamkan nilai toleransi dan kebhinekaan, serta membentuk karakter generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan generasi muda dalam mencegah konflik sosial melalui pendekatan edukatif.
Membuka kegiatan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan Johny Indrianto Firmansyah menegaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kewaspadaan dini terhadap potensi konflik sosial melalui pembinaan karakter generasi muda.
"Kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial. Ini adalah bagian dari upaya nyata pemerintah daerah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan untuk menumbuhkan semangat kewaspadaan dini terhadap potensi konflik sosial, sekaligus membekali generasi muda dengan pemahaman yang komprehensif tentang peran mereka dalam menjaga ketertiban dan kedamaian masyarakat," ujarnya
Pada sesi materi, Kompol Dandung Pratidina Panji memberikan pemahaman mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap paham radikalisme dan ekstremisme serta mengajak pelajar memperkuat rasa cinta tanah air, bijak dalam menggunakan media digital, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang berpotensi memecah persatuan. Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Babat, Umi Nur Farida menyampaikan materi mengenai peran pelajar sebagai agen perdamaian melalui penguatan sikap toleransi, saling menghormati, dan penyelesaian perbedaan secara dialogis dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sosialisasi ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun budaya damai di kalangan generasi muda. Pembekalan sejak usia sekolah diharapkan mampu membentuk pelajar yang memiliki karakter kuat, berwawasan kebangsaan, serta mampu menjadi pelopor persatuan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.




