Pemerintah Kabupaten Lamongan lamongankab.go.id
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK
berita

Cangkrukan Kebangsaan FPK Kabupaten Lamongan, Bahas Dampak Digitalisasi dalam Kehidupan Berbangsa

Rabu, 15 Juli 202611x dilihat
Foto: Cangkrukan Kebangsaan FPK Kabupaten Lamongan, Bahas Dampak Digitalisasi dalam Kehidupan Berbangsa

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan Cangkrukan Kebangsaan bertema "Pengaruh Globalisasi dan Digitalisasi terhadap Bhinneka Tunggal Ika" di Cafe Sepor, Rabu (15/7/2026). Kegiatan yang dikemas dalam suasana santai namun penuh makna ini menjadi ruang dialog bagi berbagai unsur masyarakat untuk mendiskusikan tantangan kebangsaan di era digital.

Berbeda dengan seminar pada umumnya, Cangkrukan Kebangsaan mengusung konsep diskusi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok memperoleh statemen atau topik terkait dampak globalisasi dan digitalisasi terhadap kehidupan berbangsa, kemudian mendiskusikannya sebelum menyampaikan hasil pemikiran dan pertanyaan kepada narasumber.

Diskusi berlangsung interaktif dengan beragam pandangan yang muncul dari para peserta. Berbagai isu mengemuka, mulai dari pengaruh media sosial terhadap persatuan bangsa, pelestarian budaya lokal di tengah arus budaya global, penyebaran hoaks, hingga pentingnya literasi digital dalam menjaga nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.

Hadir sebagai narasumber, Kasat Intelkam Polres Lamongan Iptu I Nyoman Sukesena menekankan bahwa perkembangan teknologi digital merupakan keniscayaan yang harus disikapi secara bijak. Menurutnya, ruang digital dapat menjadi sarana memperkuat persatuan apabila dimanfaatkan secara positif, namun juga berpotensi memunculkan polarisasi apabila masyarakat mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan, Johny Indrianto, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan global. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika harus tetap menjadi landasan dalam berinteraksi, baik di kehidupan nyata maupun di ruang digital.

"Globalisasi dan digitalisasi tidak dapat kita hindari, tetapi karakter kebangsaan harus tetap menjadi filter. Kemajuan teknologi dapat menjadi peluang untuk mempererat kerukunan, saling menghormati di tengah keberagaman," ujarnya.

 

Hari Jadi Lamongan ke-457
SP4N-LAPOR!LAPOR PAK YES!LAPOR WBSNomor Telepon Penting