Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui sinergi pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri Tasyakuran 4 Dasawarsa Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Kecamatan Paciran, Minggu (27/9). Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berilmu sekaligus berkarakter.
Lamongan memiliki tradisi pendidikan pesantren yang kuat dengan lebih dari 66.000 santri yang menempuh pendidikan di berbagai pondok pesantren. Potensi tersebut diperkuat melalui program Lamongan Nyantri dan menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung pembangunan daerah. Pendidikan pesantren juga dinilai tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi turut membentuk kepedulian sosial dan kemampuan hidup dalam keberagaman.
Dukungan terhadap penguatan pendidikan juga diwujudkan melalui berbagai program pemerintah. Di Kabupaten Lamongan, sebanyak 182 lembaga pendidikan dari jenjang kelompok belajar hingga SMP telah mendapatkan revitalisasi, sedangkan 1.272 Interactive Flat Panel (IFP) telah dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran. Selain itu, lebih dari 7.500 anak setiap tahun memperoleh beasiswa pada berbagai jenjang pendidikan, termasuk peserta didik di lingkungan madrasah.
Yuhronur menegaskan, berbagai program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan agar kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Lamongan dalam melanjutkan pendidikan. Menurutnya, pembangunan pendidikan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, sehingga pemerintah terus mendorong kolaborasi dengan pesantren, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memperkuat kualitas SDM daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pembangunan pendidikan nasional. Menurutnya, pesantren dan lembaga pendidikan Islam telah memberikan kontribusi besar dalam membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa. “Dengan prinsip ta'awun atau gotong royong, kita semuanya bisa berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi,” ujar Abdul Mu'ti.
Abdul Mu'ti juga menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi harus disertai penguatan karakter dan moral. Pendidikan perlu mencakup kemampuan literasi, penguasaan ilmu pengetahuan, serta pembinaan akhlak agar ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan bahwa dukungan pemerintah terhadap revitalisasi pendidikan mencakup lembaga pendidikan swasta sebagai bagian dari upaya pemerataan.
Sinergi pemerintah, pesantren, sekolah, dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi pembangunan Kabupaten Lamongan. Penguatan akses dan kualitas pendidikan diharapkan dapat melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan serta menjawab kebutuhan daerah di masa mendatang.




