Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan *Akselerasi Inovasi Unggulan untuk Kesuksesan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026* di Aula Gajah Mada Lantai 7 Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan, Selasa (22/6). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mengembangkan inovasi pelayanan publik sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan Etik Sulistyani, Kepala Bapperida Kabupaten Lamongan Sujarwo, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Hariyanto, narasumber dari BRIN Adi Suhendra, serta perwakilan OPD se-Kabupaten Lamongan.
Dalam sambutannya, Kepala Bapperida Lamongan Sujarwo mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan dan bertujuan mendorong aparatur sipil negara (ASN) agar terus berinovasi dan mengembangkan kapasitas diri sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kapasitas ASN sekaligus memperkuat inovasi pelayanan publik.
"Kita harapkan dengan adanya kegiatan kali ini, nantinya peningkatan kapasitas para ASN dan inovasi di Kabupaten Lamongan ini bisa terus meningkat dan lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.
Sujarwo juga mengajak kecamatan dan kelurahan yang belum memiliki inovasi unggulan untuk segera mengembangkan terobosan baru.
"Mari untuk beberapa kecamatan dan kelurahan yang masih belum memiliki inovasi unggulan agar kedepannya segera bisa memunculkan inovasi yang dapat memberikan kemajuan bagi instansinya masing-masing dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Terus tumbuh kembangkan semangat inovasi ini dan tularkan kepada seluruh ASN di wilayah Pemkab Lamongan," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi kepada seluruh inovator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lamongan.
"Senang sekali siang hari ini saya bisa bertemu dengan rekan-rekan inovator muda Pemkab Lamongan. Kita semua sudah mengetahui bahwa iklim pertumbuhan inovasi di Kabupaten Lamongan saat ini sudah sangat baik," katanya.
Menurut Yuhronur, capaian inovasi Lamongan menunjukkan perkembangan yang membanggakan.
"Saat ini sebanyak 203 inovasi yang dimiliki oleh Pemkab Lamongan dan peringkat Indeks Inovasi Daerah berada pada peringkat 5 tingkat nasional, dan peringkat 2 di tingkat Jawa Timur pada tahun 2025. Saya sangat bangga sekali dengan capaian ini, dan kami harapkan pertumbuhan inovasi ini kedepannya bisa terus berkembang pada pemberdayaan masyarakat. Hal ini mencerminkan tata kelola Pemerintahan Kabupaten Lamongan ini sudah responsif terhadap hasil," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh inovasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kita harapkan seluruh inovasi yang kita miliki kedepannya harus memberikan sentuhan dan kebermanfaatan kepada masyarakat kita, agar Kabupaten Lamongan kita ini bisa terus berkembang dan menuju puncak kejayaan dan kesejahteraannya," tegasnya.
Selanjutnya, peserta mengikuti paparan materi bertema “Teknis Penginputan Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026” yang disampaikan oleh Adi Suhendra dari BRIN. Materi tersebut menekankan pentingnya penguatan pelayanan inovasi, pemanfaatan teknologi, kemudahan akses masyarakat, kejelasan manfaat inovasi, penguatan legalitas melalui surat keputusan kepala daerah, penyempurnaan proposal dan tata kelola administrasi, penyediaan kontak pengaduan masyarakat, hingga pembuatan video promosi inovasi.
Diharapkan seluruh perangkat daerah mampu meningkatkan kualitas inovasi dan pengelolaan Indeks Inovasi Daerah sehingga pelayanan publik semakin efektif, adaptif, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
