Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan menghadiri pembukaan Latihan Keterampilan Mahasiswa Muhammadiyah Tingkat Menengah (LKMM-TM) Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Jumat (19/6). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Budi Utomo Lantai 3 Kampus UMLA tersebut mengangkat tema "Transformasi Kepemimpinan Mahasiswa yang Visioner dan Berintegritas sebagai Fondasi Generasi Emas di Tengah Disrupsi Digital dan Dinamika Global".
Pembukaan kegiatan dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan Johny Indrianto, Kepala Disporaparbud Siti Rubikah, Sekretaris Dinas Pendidikan Hariyanto, Wakil Rektor III UMLA Alifin, Ketua BEM UMLA Ahmad Farid, Ketua DPM UMLA Fillah Inzuly, Ketua Pelaksana Abdul Muis, serta peserta kegiatan. LKMM-TM Tahun 2026 diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di UMLA dan diselenggarakan selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Juni 2026.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Abdul Muis menyampaikan bahwa sebanyak 36 mahasiswa telah terdaftar sebagai peserta LKMM-TM. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran untuk memperkuat pola pikir, keterampilan, dan kapasitas kepemimpinan mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan. Ketua BEM UMLA Ahmad Farid menambahkan bahwa program tersebut merupakan bagian dari pengembangan mahasiswa yang sejalan dengan dinamika global dan penting untuk terus dilaksanakan.
Mewakili jajaran rektorat, Alifin menjelaskan bahwa UMLA terus mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, tidak hanya melalui proses akademik di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan organisasi dan pelatihan kepemimpinan. Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya mencetak lulusan yang memiliki daya saing sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi Kabupaten Lamongan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan materi bertajuk "Integrity-Based Anticipatory Leadership untuk Generasi Emas Indonesia 2045". Ia menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global tanpa mengabaikan nilai-nilai integritas. "Integrity-Based Anticipatory Leadership merupakan salah satu kunci yang harus dimiliki generasi muda saat ini agar mampu membaca peluang tanpa kehilangan integritas dan kepercayaan," ujarnya.
Melalui kehadiran dalam kegiatan ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan mendukung penguatan kapasitas generasi muda melalui pendidikan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan pengembangan karakter. Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan pembangunan di era disrupsi digital dan dinamika global.
