Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lamongan menerima kunjungan koordinasi dan silaturahmi dari Fatayat NU Provinsi Jawa Timur, Fatayat NU Lamongan, Fatayat NU Babat, APEL, Duta Damai BNPT RI, Tim Tangguh Kandangsemangkon, dan AMAN Indonesia pada Kamis (4/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang KOMINDA Bakesbangpol Kabupaten Lamongan tersebut membahas pendampingan terhadap permasalahan anak dan perempuan, khususnya yang berkaitan dengan kekerasan dan ekstremisme.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan audiensi yang telah disampaikan sebelumnya oleh perwakilan organisasi. Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan juga dimanfaatkan sebagai ruang koordinasi untuk membangun komunikasi antarpemangku kepentingan.
Yeni, perwakilan AMAN Indonesia, menyampaikan bahwa audiensi dilaksanakan sebagai wadah penyampaian aspirasi dari berbagai unsur masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap perlindungan perempuan dan anak. Pendampingan terhadap kelompok rentan, termasuk dalam menghadapi potensi penyebaran paham ekstremisme, menjadi salah satu perhatian yang dibahas bersama. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengenalan organisasi dan peserta yang hadir sebagai bagian dari penguatan jejaring kolaborasi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan Johny Indrianto menyampaikan bahwa penanganan isu ekstremisme memerlukan sinergi berbagai pihak mengingat perkembangan teknologi turut memengaruhi pola penyebaran paham tersebut, termasuk yang menyasar generasi muda.
"Kami berharap pertemuan kali ini dapat menjadi penguat, dan Bakesbangpol menjadi rumah aspirasi bagi seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak yang telah berperan dalam memberikan edukasi dan penguatan di lingkungan masyarakat maupun lembaga pendidikan.
Dalam sesi diskusi, para peserta bertukar pandangan mengenai penguatan koordinasi, kebutuhan regulasi, serta langkah-langkah yang dapat mendukung pelaksanaan program pencegahan ekstremisme di daerah. Pembahasan juga menyoroti pentingnya penguatan sosialisasi serta kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan dapat berjalan secara terarah sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lamongan memperkuat koordinasi dengan organisasi kemasyarakatan dan berbagai mitra strategis dalam membangun jejaring kerja sama di daerah. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan terhadap anak dan perempuan serta mendukung penanganan berbagai persoalan sosial melalui koordinasi dan kolaborasi antarlembaga.
