Pemerintah Kabupaten Lamongan lamongankab.go.id
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK
berita

Semiloka Penguatan Kebebasan Wawasan Beragama dan Berkeyakinan

Selasa, 28 Juli 202623x dilihat
Foto: Semiloka Penguatan Kebebasan Wawasan Beragama dan Berkeyakinan

Sebanyak 50 tokoh lintas agama mengikuti semiloka bertema kebebasan beragama dan berkeyakinan yang diselenggarakan di Hotel Mahkota Lamongan, Selasa–Rabu (28–29/7). Kegiatan yang merupakan penyelenggaraan ke-125 ini digelar oleh Dialog Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Lamongan dan Mission 21 sebagai forum dialog untuk memperkuat pemahaman mengenai hak kebebasan beragama sebagai landasan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Dalam sambutannya, Direktur Dialog Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Zainudin, menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekayaan yang perlu dirawat melalui dialog dan saling pengertian. Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Mohammad Muhlisin Mufa, berharap kolaborasi yang telah terjalin sejak tahun 2021 dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan praktik kerukunan di kehidupan sehari-hari.

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam semiloka adalah praktik kerukunan umat beragama di Desa Balun, Kecamatan Turi, yang dikenal sebagai contoh kehidupan masyarakat multikultural. Keberadaan masjid, gereja, dan pura yang berdampingan tanpa konflik dipaparkan sebagai gambaran bahwa toleransi dapat tumbuh melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, serta penerimaan terhadap keberagaman sebagai bagian dari kehidupan bersama. Para narasumber juga menyoroti tantangan era digital, khususnya potensi penyebaran informasi yang memicu kesalahpahaman dan polarisasi apabila tidak disikapi secara bijaksana.

Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh materi mengenai perlindungan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan sebagai bagian dari hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi dan berbagai instrumen hukum internasional. Narasumber menekankan pentingnya penyelesaian berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan beragama melalui dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap hukum, sekaligus menolak segala bentuk kekerasan maupun tindakan diskriminatif.

Semiloka juga mengulas berbagai faktor yang berpotensi memicu konflik sosial, mulai dari perbedaan kepentingan, persepsi, hingga rendahnya pemahaman lintas kelompok. Melalui diskusi interaktif, peserta diajak mengidentifikasi potensi persoalan di lingkungan masing-masing serta merumuskan strategi penyelesaian yang menitikberatkan pada pembangunan kepercayaan, penguatan literasi digital, dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan sebagai dasar kehidupan bermasyarakat.

Sebagai penutup, peserta mengikuti diskusi kelompok lintas agama untuk menyusun rekomendasi penguatan kerukunan yang dapat diterapkan di tingkat lokal. Hasil pembahasan diharapkan menjadi masukan dalam memperkuat kolaborasi antarumat beragama, sehingga nilai toleransi, saling menghormati, dan semangat kebersamaan terus terpelihara sebagai modal penting dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial di Kabupaten Lamongan.

Hari Jadi Lamongan ke-457
SP4N-LAPOR!LAPOR PAK YES!LAPOR WBSNomor Telepon Penting