Pemerintah Kabupaten Lamongan City Branding Lamongan Megilanlamongankab.go.id
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK
Berita

Apel Hari Jadi Jawa Timur di Lamongan Tekankan Daya Saing dan Pembangunan Berkelanjutan

Senin, 12 Oktober 2026 13 dilihat
Apel Hari Jadi Jawa Timur di Lamongan Tekankan Daya Saing dan Pembangunan Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar Apel Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur pada Senin (12/10/2026). Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang menekankan pentingnya peningkatan daya saing dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Dalam amanat tersebut, tema “Jatim Unggul Maju Berkelanjutan” diharapkan menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pembangunan melalui penguatan daya saing, inovasi, dan transformasi di berbagai sektor. Jawa Timur diharapkan mampu terus berkembang sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kemampuannya menghadapi persaingan global.

Sejarah pemerintahan Jawa Timur memiliki perjalanan panjang yang berakar sejak masa lampau. Catatan sejarah menunjukkan adanya perkembangan struktur pemerintahan wilayah sejak abad ke-VIII, yang kemudian mengalami perubahan dalam berbagai periode, mulai dari masa kerajaan, Kesultanan Mataram Islam, hingga pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pada 1929, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terbentuk dalam tata administrasi kolonial.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan pembentukan provinsi pada 19 Agustus 1945. R.M.T. Soerjo kemudian ditunjuk sebagai Gubernur Jawa Timur pertama. Setelah menjalankan tugas pemerintahan di Bojonegoro pada masa awal kemerdekaan, pusat pemerintahan dipindahkan ke Surabaya pada 12 Oktober 1945. Peristiwa tersebut menjadi dasar penetapan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.

Dalam amanatnya, Gubernur Khofifah juga mengingatkan bahwa capaian pembangunan perlu diiringi dengan upaya mengatasi kesenjangan ekonomi dan menjaga keberlanjutan pembangunan. Fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu harus terus diperkuat melalui kebijakan yang adaptif terhadap perubahan dan tantangan zaman.

Pembangunan Jawa Timur, lanjutnya, perlu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu mencakup semakin banyaknya keluarga yang hidup sejahtera, meningkatnya akses anak terhadap pendidikan yang baik, serta tersedianya ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan berkarya.

Melalui peringatan Hari Jadi Jawa Timur, seluruh elemen masyarakat dan pemerintah diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam melanjutkan pembangunan. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jawa Timur yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Bagikan:
Baca Juga

Artikel Terkait